Kuliner

5 Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta

Kopi sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat Indonesia. Zaman dahulu kala, kopi dari perkebunan Indonesia telah melanglang buana hingga ke benua Eropa. Namun sayangnya, pada masa itu, yang bisa menikmati racikan kopi hanyalah kaum tertentu seperti kaum ningrat dan warga Belanda. Sedangkan rakyat jelata yang menjadi buruh perkebunan kopi hanya mendapatkan sisa-sisa biji kopi yang sudah tidak layak.

Namun itu adalah kisah kelam di masa Indonesia belum lahir. Setelah kemerdekaan, setiap warga negara Indonesia berhak untuk mencicipi nikmatnya kopi asli perkebunan di Indonesia.  Kini, kopi sudah bukan lagi menjadi komoditi, tapi sebuah gaya hidup.

kopi di indonesia

Dengan arus teknologi dan industri, kopi kini sudah menjadi produk yang disukai oleh siapa saja. Hal ini ditandai dengan banyaknya kafe di Indonesia, baik yang mengusung konsep lokal maupun brand internasional yang menyediakan varian kopi sesuai daerah di Indonesia. Sebut saja kopi Aceh, Lampung, Kintamani, Flores, Toraja hingga Papua. Rasa dan aromanya pun berbeda-beda dan sangat khas. Jenis kopi sendiri dikenal empat jenis namun yang lebih dikenal adalah arabika dan robusta yang memiliki perbedaan yang mencolok. Bagaimana cara membedakan kedua jenis kopi ini? Simak informasi di bawah ini:

  1. Rasa

Kopi jenis arabika dikenal memiliki cita rasa yang lebih asam dibanding robusta. Namun demikian, arabika memiliki aroma yang khas dan kaya akan rasa seperti rasa buah, gula dan berry. Sedangkan robusta cenderung terasa lebih pahit, keras dan lebih tajam yang membuatnya lebih disukai oleh laki-laki.

  1. Kadar kafein

Kopi dikenal karena mampu meningkatkan stamina dengan kandungan kafeinnya yang tinggi dibanding teh. Namun di antara 2 jenis kopi ini, robusta memiliki kandungan yang lebih tinggi dari arabika yaitu sebesar 1,7% hingga 4%. Sedangkan kandungan arabika hanya berkisar antara 0,8% hingga 1,4% dengan kandungan gula lebih tinggi sehingga membuatnya bercita rasa asam ketika terurai.

arabika - robusta

  1. Harga

Pohon kopi arabika membutuhkan perawatan ekstra sehingga menyebabkan produk kopi jadi lebih sedikit dan mengakibatkan harganya lebih mahal. Pohon kopi robusta lebih tahan terhadap penyakit sehingga harganya pun tidak semahal kopi arabika dan bisa menghasilkan panen lebih banyak.

  1. Penyajian

Karena karakter kopi arabika yang sangat kuat, biasanya disajikan dalam bentuk single origin sehingga penikmat kopi bisa merasakan sensasi rasa dan aroma aslinya. Sedangkan kopi robusta yang memiliki rasa lebih pahit banyak disajikan sebagai bahan dasar espresso atau blend. Dengan tambahan creamer, rasa pahit yang terasa menjadi berkurang.

  1. Peminat

Bisa dikatakan, kopi arabika hanya diminati oleh pecinta kopi sejati. Karena rasa yang dihadirkan sangat kuat sehingga pecinta kopi bahkan bisa membedakan asal daerah kopi jenis arabika. Beda halnya dengan kopi robusta yang lebih dicari dalam bentuk cappuccino atau blend. Di mana rasa kopi tetap ada namun menjadi lebih nikmat dengan tambahan creamer yang mengurangi rasa pahit kopi jenis ini.

 

Apapun pilihan dan kesukaan Anda, pastikan kopi yang Anda pilih adalah kopi asli lokal Indonesia untuk membantu menyejahterakan petani kopi di tanah air. Selain itu, Anda juga harus menyadari dampak dari minum kopi secara rutin dan mengimbanginya dengan meminum air putih yang cukup. Dan batasi jumlah cangkir kopi yang Anda minum setiap hari maksimal 3 gelas per hari. Karena arabika atau robusta, itu semua adalah pilihan Anda untuk menikmati setiap cangkirnya kopi.

Jalan-jalan, Kuliner

3 Kuliner Khas Sukabumi yang Tidak Boleh Dilewatkan

Siapa yang suka wisata kuliner? Rasanya semua orang pasti menyukai kegiatan yang satu ini. Mencari tempat makan yang diinginkan, menikmati kuliner khas daerah setempat, dan merasakan kelezatannya adalah rangkaian kegiatan seru yang dinanti wisatawan jika mengunjungi suatu daerah.

Wisata kuliner merupakan suatu keharusan buat saya jika mengunjungi suatu daerah baru. Keunikan rasa dan perbedaan bumbu  menambah keseruan saya dalam berwisata yang memanjakan lidah.

Untuk destinasi kali ini, saya memilih kota Sukabumi. Suasananya yang sejuk dengan mayoritas penduduk yang berbahasa Sunda menjadi alasan utama saya. Ya, sebagai orang yang juga berasal dari daerah Sunda, mengunjungi daerah dengan bahasa yang sama sedikit banyak memberi saya kemudahan dalam berlibur. Selain alasan tadi, jarak kota Sukabumi yang masih berada di Provinsi Jawa Barat, yang memantapkan saya  memilih Sukabumi sebagai destinasi wisata kali ini.

pusat kota sukabumi

Kota Sukabumi merupakan salah satu kota dengan luas wilayah terkecil di Provinsi Jawa Barat. Sesuai namanya, Sukabumi, orang-orang yang datang pasti akan menyukai bumi bagian ini. Suasana sejuk khas pegunungan dan banyaknya perkebunan, membuat tempat ini tempat yang tepat untuk refreshing dari sumuknya kota.

Kembali lagi ke tema awal yaitu kuliner, banyak kuliner lezat Sukabumi yang masuk dalam rekomendasi untuk dicicipi. Sebelum berangkat, terlebih dahulu saya membuat list makanan dan tempat makan terlezat di sana. Jadi, sesampainya di sana saya hanya tinggal cus ke tempat-tempat tersebut. Ini beberapa list yang saya maksud:

mochi kaswari lampion khas sukabumiMochi Kaswari Lampion

Mochi adalah penganan khas dan oleh-oleh daerah Jawa Barat. Teksturnya yang kenyal dan lembut, rasanya yang manis, dan isian yang beragam adalah gambaran dari kelezatan si mungil nan kenyal ini.

Bagi kebanyakan orang mochi dibeli paling terakhir karena biasa dijadikan oleh-oleh, tapi untuk saya, mochi adalah makanan yang harus saya beli paling pertama! Ya, saya terlalu suka dengan makanan ini hingga tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk membelinya.

Sebagai rekomendasi, kamu harus mencoba Mochi Kaswari Lampion. Selain memang telah terkenal, rasa mochinya sangat enak. Bagi pecinta mochi pasti tidak akan kecewa.

Ada dua pilihan kemasan jika ingin membeli mochi ini: kemasan kotak (harga lebih mahal) atau kemasan keranjang. Saya sendiri memilih membeli mochi kemasan keranjang karena kemasannya menurut saya lebih orisinil. Tapi jika ingin merasakan mochi dengan kemasan modern, bisa membeli mochi kemasan kotak. Rasa yang ditawarkan pun beragam, seperti wijen, keju, coklat, durian, dan masih banyak lagi.

geco kuliner khas sukabumiGeco (Toge Tauco)

Penganan ringan sudah, waktunya mencoba mencicipi makanan-makanan yang sedikit berat sdi Sukabumi. Pilihan pertama saya jatuh kepada Geco, singkatan dari Toge Tauco. Orang Sunda terkenal dengan singkatan-singkatan uniknya. Toge tauco sendiri adalah makanan khas daerah Jawa Barat khususnya Sukabumi, Cianjur, dan Bogor.

Isi geco ini terdiri dari mie kuning, rebusan toge dan saus tauco yang Sunda banget. Karena kebetulan saya sangat lapar, saya memilih menambahkan ketupat ke dalam geco yang saya makan. Rasanya? Hmm sangat-sangat enak dan porsinya pas untuk ukuran saya. Ada satu tempat terbaik untuk menikmati geco ini, yaitu kedai yang berada di depan RS Asysyifa dengan alamat lengkapnya di Jalan Jend. Sudirman, Kota Sukabumi.

 

surabi tasik pak asep sukabumiSurabi Tasik Pak Asep

Beralamat di Jalan Bhineka Karya Kramat RT.04 / RW.07, Kramat, Kecamatan Sukabumi, menjadi tempat saya mencicipi surabi yang paling enak di Sukabumi dengan pak Asep sebagai pemiliknya. Hasil dari browsing saya mengenai surabi, kebanyakan memang merekomendasikan surabi pak Asep. Kedai Surabi Pak Asep sendiri memang terlihat menarik. Bangunan kedai ini seluruhnya terbuat dari kayu, tempatnya pun adem, ditambah lagi konsepnya yang Sunda pisan. Duh, bikin betah dan lapar. Untuk rasa surabinya tidak mengecewakan, sangat enak. Harganya pun sangat murah.

Daftar kuliner ini hanya sebagian saja, namun sudah mampu membuat liburan saya bermakna lahir dan batin.  Selamat berlibur di kota Sukabumi!